Saturday, August 23, 2014

YASMINE





Film terbaru dari negara tetangga kita Brunei setelah lama dunia perfilman mereka vakum. Film yang merupakan hasil kolaborasi dari banyak negara dan diperankan oleh pemain dari 3 negara. Brunei, Indonesia dan Malaysia. Seperti apakah hasilnya?

Semalam saya sempat-sempatin untuk menonton tayang perdana film ini. Cerita film diawali dengan sekilas adegan pertarungan silat dan kemudian masuk memperkenalkan karakter film ini yaitu Yasmine Fatia (Liyana Yus), remaja putri yang ceria dan hanya tinggal berdua dengan sang ayah Fahri (Reza Rahadian). Yasmine mengira dia akan bisa berkumpul lagi dengan para sahabatnya di sekolah unggulan tapi ternyata tidak. Karena masalah keuangan sang ayah, Yasmine terpaksa pindah ke sekolah yang biasa-biasa saja.
Adi (Aryl Falak), sahabat sejak kecil Yasmine telah pulang sebagai juara silat kebanggan negara. Tapi ketika Yasmine hendak menemuinya, Adi malah terlihat akrab dengan Dewi (Mentari de Marelle) yang juga seorang pesilat rivalnya dari sekolah unggulan. Dipicu rasa cemburu dan tidak ingin kalah, Yasmine memutuskan untuk ikut kejuaraan silat antar sekolah. Membuktikan bahwa dirinya juga bisa bersilat. Tapi apakah bisa dilakukan dalam waktu yang singkat? Yasmine sendiri belum mahir silat kemudian klub silat di sekolahnya hanya ada 2 anggota yaitu Ali (Roy Sungkono) dan Nadia (Nadiah Wahid) ditambah guru silat di sekolahnya, Tong Lung (Dwi Sasono) yang tampaknya tidak meyakinkan karena hanya bermain kipas dan tidur-tiduran. Perjuangan Yasmine pun menjadi bertambah berat karena sang ayah melarang keras Yasmine untuk belajar silat.
Fim ini mengambil tema cinta remaja, persahabatan dan semangat untuk tidak mudah menyerah. Tema yang nampaknya sudah umum tapi karena dikemas dengan baik menjadikan Yasmine menjadi bukan film drama remaja biasa. Akting para pemain dari 3 negara yang membuat saya penasaran ternyata bisa memenuhi ekspetasi saya. Akting dari semua pemain berjalan natural dan baik. Walaupun ada pengucapan dari para pemain Indonesia yang logatnya lebih terdengar Indonesia daripada logat melayu Brunei. Bicara alur cerita, film ini mengalir mulus, mudah dicerna dan tidak membingungkan. Drama remaja yang berkisar tentang konflik dengan orang tua, sahabat, rival, perasaan marah dan bimbang beserta penyelesaiannya. Diselipi juga joke-joke ringan seperti saat Yasmine pertama kali berkenalan di dalam kelas dan perkataan-perkataan guru Tong Lung yang pintar ngeles. Nilai tambah lainnya adalah dukungan scoring musik yang boleh dibilang cukup 'heboh'. Menjadikan nuansa sedih dan semangat menjadi lebih terasa berlipat. Cobalah dengar soundtrack Menang Demi Cinta dari Nidji yang begitu menghentak.
Yasmine memang bukan film yang sempurna masih ada kekurangan-kekurangan kecil yang tidak bisa saya sebutkan karena dapat menjadi spoiler. Nilai 8.5/10 layak diberikan untuk film ini.

Berikut daftar pemain yang saya ingat.
- Liyana Yus sebagai Yasmine, remaja yang ceria, berani dan keras kepala.
- Reza Rahardian sebagai Fahri, sang ayah yang juga sama keras kepalanya dengan Yasmine.
- Nadiah Wahid sebagai Nadia, remaja putri berbadan gemuk dan pemalu.
- Roy Sungkono sebagai Ali, remaja tampan yang diam-diam memberi perhatian lebih kepada Yasmine.
- Mentari de Marelle sebagai Dewi Inaya, rival Yasmine yang juga jago silat dan menyukai Adi.
- Aryl Falak sebagai Adi sang juara silat yang cool, sahabat kecil Yasmine.
- M. Nasir sebagai pendekar aliran hitam.
- Dian P. Ramlee sebagai nenek yang hangat.
- Dwi Sasono sebagai Tong Lung, guru silat yang diragukan kemampuannya.
- Agus Kuncoro sebagai guru silat yang berhubungan dengan masa lalu Fahri, sang ayah.

No comments:

Post a Comment