Friday, February 14, 2014

SEPATU DAHLAN





"Kemiskinan menjadikan Dahlan tidak mudah menyerah dengan keadaan. Rasa lapar dan lecet di kaki adalah sahabat baiknya. Dia harus berjalan berkilo-kilometer tanpa alas kaki untuk meraih ilmu. Sepulang sekolah, Dahlan harus bekerja demi mengatasi rasa laparnya. Meskipun demikian, Dahlan tetap berusaha mengejar dua cita-citanya, yaitu sepatu dan sepeda."

Komik ini merupakan adaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama. Terinspirasi dari kisah hidup Dahlan Iskan, menteri BUMN saat ini. Di covenya ada embel-embel adaptasi dari novel Best Seller yang membuat saya penasaran ingin tahu dan akhirnya membawa pulang komik ini. Gambar dari komik ini dibuat oleh Tita Larasati yang sebelumnya pernah saya lihat karyanya di komik kompilasi Nanny. Jadi ciri khasnya sudah kelihatan berupa gambar corat coret seperti gambar yang masih setengah jadi.
Cerita bermula dari sebuah kampung bernama Kebon Dalem, kampung kelahiran Dahlan. Sang ayah bekerja di kebun dan ladang sedangkan sang ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga dan membatik. Dahlan bercita-cita ingin masuk sekolah SMP Magetan. Tapi sang ayah melarang dan ingin memasukkan Dahlan ke Tsanawiyah Takeran. Dahlan memaklumi keputusan sang ayah karena kemungkinan sang ayah tidak sanggup membiayai sekolah di SMP Magetan dan dirinya sendiri yang tidak sanggup berjalan kaki setiap hari sejauh 15 kilometer.
Hari pertama sekolah Dahlan berjalan kaki sepanjang 6 kilometer. Sampai di rumah Dahlan langsung terkapar karena panas, lelah, lapar dan haus. Sang ibu menasehati Dahlan agar jangan putus asa lantaran mimpinya ingin memiliki sepatu belum tercapai. Nasehat sang ibu membuat Dahlan merasa bersalah karena saat terkapar dia bergumam tentang sepatu. Dahlan menyadari kemiskinan telah mengajari mereka bahwa banyak yang lebih penting dibeli dibandingkan dengan sepatu.
Kisah komik ini bisa menginspirasi pembaca untuk tidak menyerah dalam keadaan sulit. Tercermin dalam kehidupan keluarga Dahlan yang amat sangat sederhana. Sang ibu yang tidak mengeluh ketika melakukan pekerjaan membatik dengan upah yang kecil. Sang ayah yang tidak banyak bicara tetapi selalu bekerja keras. Dan Dahlan kecil yang bersekolah menempuh jarak 6 km tanpa alas kaki walau impiannya untuk mempunyai sepatu dan sepeda belum tercapai.
Ada sedikit bagian cerita dari komik ini yang terasa janggal. Dahlan ketika itu berkeinginan sekali masuk SMP Magetan dan berencana menjalankan ide muslihatnya. Seusai sang ayah shalat subuh, Dahlan mengaku bermimpi bertemu Kiai Mursjid. Pesan dari sang Kiai, Dahlan tetap harus lanjut sekolah. Tapi berikutnya yang diucapkan Dahlan adalah akan bersekolah di Pesantren Takeran bukan SMP Magetan. Berbeda dengan yang dia rencanakan sebelumnya.

Nilai = 9/10
Pengarang  = Khrisna Pabichara
Gambar = Tita Larasati
Jumlah Buku = 1 (tamat)
Penerbit = CV Curhat Anak Bangsa
Tahun terbit di Indonesia = 2013
Jenis = Slice of Life
DQ Review Komik


Contoh Gambar

No comments:

Post a Comment