Tuesday, September 25, 2012

MINISTRY OF FINANCE





"Setelah lulus kuliah, Hirayama meniti karir sebagai pegawai negeri sipil di Departemen Keuangan. Ia memiliki pandangan idealis dan ingin menghilangkan kebobrokan yang biasa melekat pada kaum birokrat. Masalahnya perjuangan melawan arus yang hanya dilakukan seorang diri tidak mudah, bung! Hirayama yang dijuluki MOF (Ministry of Finance) oleh teman sejawatnya harus menghadapi berbagai masalah di dalam Departemen Keuangan Jepang. Bagaimana dia keluar dari lubang jarum yang selalu menjebaknya?"

Shigeo Hirayama masuk sebagai pegawai baru Departemen Keuangan, departemen yang mempunyai wewenang terbesar untuk mengatur anggaran tiap departemen. Shigeo ditempatkan di seksi urusan umum biro anggaran bersama teman barunya Kenichiro Yamamoto (Yamaken). Selesai perkenalan, Shigeo dan Yamaken diberikan ujian prinsip oleh karyawan tahun kedua Midori Nagayagawa untuk menghitung berapa besar anggaran yang harus dikeluarkan karena tentara Amerika menyerang negara A. Yamaken menganggap ini kesempatan bagus untuk menunjukkan kemahirannya sebagai lulusan universitas Tokyo dan juga telah lulus ujian yudisial, sedangkan Shigeo kebingungan sama sekali tidak mengerti dan mulai merasa dirinya bukan tipe birokrat yang cocok bekerja di Departemen Keuangan. Angka perhitungan Yamaken adalah 25 Milyar Yen yang terdiri dari pengiriman pasukan bela diri termasuk evakuasi warga negara Jepang sebesar 5 Milyar Yen dan dana bantuan kerja sama deplu sebesar 20 Milyar Yen. Sedangkan Shigeo tidak menulis apa-apa, kertasnya putih bersih. Yamaken sudah mengira pasti menang, namun asisten satu kepala seksi Kazuho Gamo menyatakan Yamaken kalah. Kertas putih bersih yang dimiliki Shigeo memiliki arti anggaran nol karena tugas MOF (Ministry of Finance) adalah penghematan dan penekanan biaya. Sejak itulah Shigeo mendapat julukan 'MOF' dari rekan-rekannya.

Bercerita tentang Shigeo Hirayama, lulusan universitas Hoko, universitas kelas 3. Masuk kedalam Departemen Keuangan dengan dianggap sebagai 'anak gelap' menteri Takehara. Shigeo diterima atas permintaan menteri Takehara yang ingin lulusan universitas yang sama dengannya masuk pertama kali di Departemen Keuangan. Namun menteri Takehara harus memberi imbalan dengan meminjamkan kekuatannya untuk merealisasikan kenaikan pajak. Shigeo yang tidak ingin merugikan rakyat meminta kepada menteri Takehara untuk membatalkan kenaikan pajak walau dirinya harus mengundurkan diri. Shigeo juga terkenal sebagai pegawai yang bandel karena berani menentang kebijakan yang merugikan rakyat seperti membatalkan keluarnya anggaran yang tidak diperlukan dan memperjuangkan anggaran yang seharusnya diperlukan. Diam-diam Yamaken mulai terpengaruh oleh tindakan Shigeo dan membantu Shigeo walau tidak terang-terangan. Karena kejadian-kejadian ini, Shigeo sempat di mutasi namun Shigeo mampu menjalankan tugasnya dengan memilih jalan tengah untuk perubahan yang lebih baik.
Komik ini memiliki cerita yang sangat bagus dan menambah wawasan tentang cara kerja para birokrat dalam pemerintahan Jepang. Bagaimana budaya suap yang masih terjadi dan bagaimana cara mempengaruhi seseorang dengan negoisasi yang terkadang disertai iming-iming atau ancaman. Komik ini juga memiliki beberapa kejadian-kejadian lucu yang diperlihatkan oleh karakter-karakter yang ada didalamnya.

Nilai = 9.5/10
Pengarang  = Yoshio Nabeta
Gambar = Hiromi Namiki
Jumlah Buku = 8 (tamat)
Penerbit = Level
Tahun terbit di Indonesia = 2007 - 2008
Jenis = Drama, Politic
DQ Review Komik


Contoh Gambar

No comments:

Post a Comment